Keputusan tersebut terpaksa diambil karena kondisi fiskal daerah yang sedang tidak stabil saat ini.
“Program itu anggarannya menggunakan sistem multiyears dan bukan kebutuhan mendadak,” katanya, Jumat (22/5/2026)
Meskipun begitu, ia menekankan bahwa pembangunan Waduk Kanaan bertujuan untuk menanggulangi banjir yang terus melanda Kota Taman.
Adapun kondisi keuangan daerah yang sedang defisit sebab pengurangan dana transfer dari pusat membuat berbagai pengerjaan harus tertunda, seperti Waduk Kanaan hingga lapangan mini soccer.
“Jumlah rencana pembangunan lapangan ini soccer juga terpaksa harus dikurangi,” ucapnya.
Sumardi menekankan, proyek multiyears tersebut tidak dibatalkan, hanya saja mengalami penundaan pengerjaan, dan akan dilanjutkan saat fiskal daerah membaik.
Dirinya berharap, kondisi keuangan daerah bisa segera membaik agar proyek pembangunan fasilitas publik dapat berjalan dan bermanfaat bagi masyarakat.
Sebagai informasi, rencana program pengerjaan pembangunan Waduk Kanaan telah dibatalkan tahun ini melalui rapat paripurna DPRD bersama Pemkot Kota Bontang. (adv)