DBH Merosot, DPRD Bontang Minta Pemkot Perkuat PAD
1 menit baca0 kali dibaca

Penulis: Rahmadani
KORANKALTIM.COM, BONTANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang tengah mengalami pengurangan Dana Bagi Hasil (DBH) dari pemerintah pusat sehingga membuat fiskal daerah menjadi terganggu.
Menyikapi hal tersebut, Ketua Komisi B DPRD Kota Bontang, Rustam, mengatakan bahwa pemerintah daerah harus lebih serius memperkuat Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Kita secara perlahan sudah harus mulai mengurangi ketergantungan DBH,” katanya saat dikonfirmasi, Kamis (14/5/2026)
Ia menyampaikan banyak daerah lain mampu berkembang pesat dengan memaksimalkan potensi DAP. Menurutnya, hal tersebut dapat menjadi contoh bagi Pemkot Bontang.
“Kreatif dalam menggali pendapatan perlu diperdalam. Pasalnya kondisi fiskal daerah saat ini sudah jauh berbeda dibanding beberapa tahun lalu,” ungkapnya.
Rustam menuturkan, bahwa pada 2025 kondisi fiskal daerah sangat stabil karena ditopang DBH dari sektor industri dan migas yang besar.
Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Bontang pernah menyentuh hingga Rp3,7 triliun. Hal tersebutlah yang membuat optimalisasi PAD belum menjadi fokus utama.
Dirinya berharap, Pemkot Bontang dapat mulai fokus membangun kemandirian ekonomi secara bertahap dan berkelanjutan. Seiring menurunnya kemampuan fiskal dan perubahan kebijakan transfer pusat.
“Pemetaan sektor-sektor potensial yang bisa dikembangkan sebagai sumber pendapatan baru bagi daerah harus segera dilakukan,” pungkasnya. (adv)
Editor: Erwin










