Pasalnya, armada mereka umumnya saat ini menggunakan BBM jenis tersebut untuk bisa beroperasi setiap harinya.
Menyikapi hal tersebut, Anggota Komisi C DPRD Bontang, Bonie Sukardi mengingatkan bahwa damkar saat ini menjadi salah satu organisasi perangkat daerah (OPD) yang paling mendapat tanggapan postif dari masyarakat.
Maka dari itu, kenaikan harga BBM tidak boleh menjadi alasan untuk menurunkan kualitas layanan. Termasuk layanan damkar di luar pemadaman api.
"Respon positif masyarakat ini tidak lepas dari respon cepat tim personel damkar yang cekatan. Jangan sampai karena kendala bahan bakar, justru jadi menurun," ujarnya, Selasa (12/5/2026).
Ia juga menegaskan, ketersiadaan solar bagi Damkar harus terus tetap terpenuhi. Meskipun konsumsinya bisa diluar dari perkiraan. "Jika ada kegiatan yang bisa dialihkan, mungkin bisa digunakan untuk pemenuhan solar tersebut," ujarnya.
Lebih lanjut, dirinya juga menyinggung banyaknya peran Damkar di masyarakat. Mulai dari menghadapi hewan seperti buaya, ular, hingga tawon, bahkan sekarang termasuk narkoba. "Saat ini peran Damkar tidak lagi terbatas hanya pada pemadaman api. Tetapi juga soal penyelamatan," tegasnya.
Bonie berharap, meskipuan harga BBM melejit secara signifikan, Damkar bisa terus memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat kota Bontang. (Adv)
Editor: Aspian Nur