DPRD Bontang Soroti Dana Kurang Salur yang Tertahan
1 menit baca0 kali dibaca

Penulis : Rahmadani
KORANKALTIM.COM, BONTANG - Ketua Komisi B DPRD Kota Bontang, Rustam, menyoroti dana kurang salur dari pemerintah pusat yang tertahan mencapai Rp402 miliar.
"Dengan jumlah yang sangat besar ini, tentunya akan berdampak pada sejumlah proyek strategis," katanya, Kami (7/5/2026)
Dirinya menyampaikan, kondisi tersebut tentu berdampak langsung pada proyek di lapangan, termasuk pembangunan kawasan pesisir.
"Misalnya seperti pembangunan di Bontang Kuala yang masih menghadapi persoalan infrastruktur hingga saat ini," ucapnya.
Lebih lanjut dirinya menegaskan, keterlambatan anggaran ini membuat sejumlah pekerjaan harus ditunda, bahkan tidak bisa dilanjutkan untuk sementara waktu.
Adapun rincian anggaran kurang salur yang tertahan adalah berasal dari dua kebijakan, yakni PMK 89 sebesar Rp247 miliar dan PMK 120 senilai Rp180 miliar. Sementara itu, Dana Lebih Salur tercatat sekitar Rp25 miliar.
Menurutnya, jika banyak pembangunan infrastruktur yang tertunda akan berakibat pada masyarakat. Mulai dari aktivitas harian sampai sektor pariwisata
"Jika kondisi ini terus berlanjut, maka penundaan pembangunan infrastruktur akan semakin besar," ucapnya.
Rustam menuturkan, jika banyak proyek yang tertunda, maka pekerjaan akan semakin menumpuk dan membutuhkan biaya lebih tinggi di masa mendatang.
Dirinya berharap, pemerintah kota (pemkot) bisa segera mencari solusi dari permasalah tersebut. Sehingga dana yang tertahan bisa segera diterima untuk melanjutkan pembangunan infrastruktur masyarakat. (adv)










