Dirinya mengatakan, bahwa pengawasan dari lingkungan sekitar, baik keluarga maupun masyarakat harus lebih ditingkatkan lagi.
"Hal ini menjadi alarm serius bagi semua pihak, pengawasan terhadap anak tidak bisa hanya dibebankan kepada sekolah, melainkan harus menjadi tanggung jawab bersama," katanya, Rabu (6/5/2026)
Ia sangat menyayangkan ketika generasi muda kota Bontang mulai terpapar hal negatif sejak dini. Padahal, masa depan mereka masih sangat panjang.
Menurutnya, orang tua hingga memiliki peran penting untuk mengawasi anak-anak ketika beraktifitas di luar rumah. pembiaran terhadap pergaulan bebas tanpa kontrol berpotensi membuka ruang bagi perilaku menyimpang. "Para pejabat sekitar mulai dari RT, juga hafus lebih aktif memantau titik-titik yang sering dijadikan tempat berkumpul remaja," paparnya.
Ia meminta agar lokasi-lokasi yang sering dijadikan tempat berkumpul remaja hingga larut malam mulai dijadikan sebagai perhatian serius dan diawasi. "Pengawasan berbasis lingkungan dapat menjadi langkah pencegahan yang efektif untuk mencegah hal menyimpang lainnya dikalangan remaja," pungkasnya.
Dirinya berharap, dengan kerjasama antar lintas lembaga dan juga orang tua. Gaya hidup remaja di Bontang bisa dilalui dengan kegiatan positif, bukan malah hal-hal menyimpang yang dapat merusak masa depan bangsa. (adv)