Hal ini mendapat sorotan dari anggota Komisi C DPRD Bontang, Yassier Arafat. Dirinya mengatakan bahwa kondisi tersebut dinilai belum terkendali meski telah diterapkan sistem antrean di beberapa titik.
"Fenomena ini terjadi hampir setiap hari dan berpotensi mengganggu kelancaran lalu lintas," katanya, Rabu (6/5/2026)
Terdapat dua SPBU yang menunjukkan antrean truk masih mengular, yaitu di Jalan Jendral Soedirman, Kelurahan Tanjung Laut dan di Jalan MT Haryono.
"Persoalan ini tidak bisa dianggap sepele, karena akan berdampak pada distribusi logistik dan juga berisiko menimbulkan kemacetan serta ketidaknyamanan bagi masyarakat pengguna jalan lainnya," ungkapnya.
Menurutnya, hal tersebut perlu menjadi perhatian serius, sebab sistem yang ada sekarang belum sepenuhnya mampu mengurai antrean.
Diketahui, dua SPBI tersebut memiliki sistem antrean yang berbeda. Di Tanjung laut sudah berbasis online, sementara di MT. Haryono masih secara manual.
"Perbedaan sistem ini juga menjadi salah satu penyebab belum optimalnya pengendalian antrean," paparnya.
Dirinya menekankan harus adanya standardisasi sistem di seluruh SPBU agar penanganan lebih merata.
Yasser berharap, baik pihak pertamina maupun Pemerintah kota (Pemkot) bersama-sama mencari jalan keluar dari permasalahan ini. Agar masyarakat tidak terganggu dengan antrea panjang yang membahayakan keselamatan. (Adv)
Editor: Aspian Nur