Menurut AH, proses pelelangan ini dapat dimulai bersamaan dengan pengadaan mobil dinas baru yang direncanakan akhir tahun ini. Meskipun ada rencana pengadaan mobil dinas secara masif, AH menyatakan bahwa proses penganggaran telah dibahas bersama antara Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dengan Banggar DPRD. “Ternasuk semua fasilitas pendukung kinerja ASN dalam rangka peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat telah disetujui,” jelasnya baru-baru ini.
Dalam rencana pengadaan mobil dinas baru, enam unit mobil dinas akan diberikan kepada asisten dan staf ahli. Selain itu, pemkot juga berencana membeli mini bus dan satu unit bus listrik berkapasitas 28 penumpang. Namun, AH mengekspresikan kekhawatiran terkait pengadaan bus listrik, mengingat kemungkinan ketersediaan sarana penunjang yang mungkin menjadi kendala. “Kita juga harus mempertimbangkan biaya perawatan yang mungkin lebih tinggi untuk bus listrik,” jelasnya.
Selain rencana pengadaan mobil dinas, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan, Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, dan Pertanian (DKP3), serta Satpol PP juga memiliki rencana pembelian kendaraan operasional sesuai dengan anggaran yang telah disiapkan. (Adv)
Editor: Maruly Zainuddin