Adrofdita menyoroti kerja sama dengan perusahaan swasta sebagai langkah strategis untuk mendukung aspek pariwisata, khususnya dalam menciptakan wisata yang unik berbasis sumber daya alam (SDA).
Salah satu usulan yang diajukan adalah transformasi lapangan golf yang ada menjadi destinasi wisata baru. Menurutnya, lapangan golf tersebut dapat dioptimalkan dengan menyelenggarakan event olahraga dari tingkat lokal hingga nasional secara rutin. Upaya ini diharapkan dapat menarik minat para wisatawan, baik lokal maupun mancanegara.
Tak hanya itu, untuk memaksimalkan potensi SDA, Adrofdita mencoba merancang konsep kawasan mangrove yang terpadu dan unik. Rencananya, kawasan mangrove ini akan dijadikan percontohan area wisata yang terintegrasi, dengan melibatkan kolaborasi dari semua pihak terkait. “Upaya ini diharapkan tidak hanya meningkatkan daya tarik pariwisata, tetapi juga mendukung pelestarian lingkungan,” ujarnya belum lama ini.
Selain fokus pada pengembangan lapangan golf dan kawasan mangrove, penguatan area wisata di sejumlah pulau juga menjadi perhatian. Kawasan wisata Pulau Tihi-Tihi, Selangan, dan Gusung akan diperkuat untuk mengoptimalkan wisata yang sudah ada saat ini.
“Selain itu, Kota Bontang juga akan menjalin kerja sama dengan provinsi dalam membangun destinasi wisata Beras Basah, dengan harapan dapat menambah variasi pilihan bagi para wisatawan yang berkunjung ke kota ini,” tandasnya. (Adv)
Editor: Maruly Zainuddin