Anggota Komisi II DPRD Kota Bontang, Nursalam, menyatakan peningkatan kemampuan ini memiliki potensi besar untuk membuka lapangan pekerjaan yang lebih luas di kota ini.
"Kemampuan yang diperoleh melalui pelatihan ini setidaknya memungkinkan masyarakat untuk bekerja secara mandiri, terutama mengingat tingginya tingkat pengangguran di Bontang saat ini," ujar Nursalam.
Menurut Nursalam, pembelajaran tidak hanya harus didapat dari para ahli yang telah berkompeten di bidangnya, tetapi juga dari pengalaman kota lain yang telah berhasil mencapai kesuksesan.
Contohnya dalam bidang tekstil atau konveksi, masyarakat Bontang dapat belajar dari kota-kota seperti Jogjakarta dan Bandung yang telah menghasilkan pendapatan signifikan di sektor tersebut. "Masih perlu belajar dan mengadopsi praktik terbaik dari mereka," tambah Nursalam.
Selain pelatihan, Nursalam juga menekankan pentingnya digitalisasi dalam hal pemasaran dan penjualan barang serta jasa. Di era saat ini, media sosial memainkan peran kunci dalam menjangkau pasar yang lebih luas.
"Nah, setelah kemampuan pasca pelatihan telah mencapai tingkat yang memadai, tantangan selanjutnya adalah bagaimana memasarkan produk atau jasa tersebut secara efektif. Kreativitas dalam pemasaran juga sangat penting, dan kita perlu belajar dari cara orang lain dalam memasarkan produk mereka," tutup Nursalam. (Adv)
Editor: Aspian Nur