Agus Haris Minta Pemerintah Survei Keseharian Waktu Mengajar
1 menit baca391 kali dibaca

Penulis: Romi Ali Darmawan
KORANKALTIM.COM, BONTANG - Oknum guru yang melakukan kekerasan pada murid di sekolah dasar Kota Bontang disarankan untuk disurvei sebelum dijatuhi sanksi.
Hal itu disampaikan oleh Wakil Ketua DPRD Kota Bontang, Agus Haris. Ia mengatakan pemerintah perlu melakukan survei pada oknum guru agar tidak salah langkah dalam memberikan sanksi.
Oknum guru tidak bisa langsung dijatuhi sanksi berat sebelum dilakukan monitoring yang jelas. Karena bisa saja, faktor kekerasan yang dilakukan waktu itu dalam kondisi tidak baik-baik. Apalagi dalih dari oknum kondisinya sedang sakit, dan situasi murid waktu itu sulit diatur.
“Pemerintah bisa meninjau keseharian guru tersebut, ada rekam jejaknya atau ditanyakan kepada kepala sekolah,” ungkapnya.
Ketika oknum guru melakukan kekerasan fisik pada muridnya pada hari itu saja, maka dirinya menyarankan agar diberikan pembinaan. Sebaliknya apabil oknum guru ini, memiliki keseharian suka marah kepada murid dalam Kegiatan Belajar Mengajar (KBM), maka selayaknya diberikan sanksi.
“Kalau selama ini melakukan KBM dengan pola kekerasan harus ada sanksi sesuai tahapan yang berlaku,” tutur politisi Partai Gerindra.
Di tempat yang berbeda, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang Bambang Cipto Mulyono menuturkan, bahwa oknum guru ini sudah tidak mengajar lagi di sekolah dan dipindahjobkan di Disdikbud.
Guru yang sudah tidak mengajar di sekolah menurutnya sudah masuk dalam sanksi berat. Pun ke depan pihak mereka saat ini tetap melakukan monitoring terhadap oknum guru tersebut.
“Nanti kita lihat lagi lah sekian bulan, yang jelas waktu itu kondisinya sedang sakit, khilaf dan sudah minta maaf kepada orang tuanya,” bebernya. (Adv)
Editor: Maruly Zainuddin










