“Kami minta Pemkot action ( lebih cepat, karena selalu ditanyakan oleh warga Mamuju,” ujarnya.
Adanya penyeberangan kapal Bontang-Mamuju dinilai lebih efisien untuk warga Bontang. Lantaran mereka tak perlu jauh-jauh ke Kota tetangga, Samarinda dan Kota Balikpapan. Dengan itu mereka selalu mempertanyakan realisasi Pemkot perihal kapal penyeberangan ini. Karena sejauh ini, warga Mamuju yang mau pulang kampung dan sebaliknya terpaksa menggunakan kapal rute Samarinda dan Balikpapan.
“Mereka (warga mamuju) kalau pulang terpaksa ke pelabuhan Balikpapan,” jelas Amir.
Merespon hal itu, Kasi Angkutan Dinas Perhubungan (Dishub) Bontang, Welly Zakius mengatakan, progres pengerjaan kapal penyeberangan Mamuju-Bontang sudah mencapai 50 persen. Ketika Dishub melakukan kunjungan kerja di Kariangau Kota Balikpapan, PT Galangan menginformasikan bahwa bodi kapal sudah rampung dikerjakan dan tinggal memasang mesin kapal. Apabila tidak ada kendala, akhir tahun 2023 kapal feri KM Benua Raya sudah bisa digunakan oleh warga Bontang.
“Itu disampaikan waktu kami survei bulan Juli kemarin, target dari galangan akhir tahun ini,” ungkapnya. (Adv)
Editor: Maruly Zainuddin