Menurutnya, untuk mencapai status kota mandiri, Bontang perlu memaksimalkan potensi sektor pendidikan sebagai langkah strategis.
Menurutnya, ada peluang emas dalam kerja sama yang lebih erat dengan perusahaan-perusahaan besar di wilayah ini. Dengan memanfaatkan instalasi, tenaga ahli, dan manajerial dari perusahaan-perusahaan tersebut.
“Kami dapat menciptakan pusat pendidikan vokasi yang berkualitas serta merangsang pertumbuhan perguruan tinggi," ujar Adrofdita baru-baru ini.
Rencana kolaboratif ini juga melibatkan bidang industri hilir dan pengolahan gas bumi, serta sektor mekanikal, termasuk pelatihan untuk operator alat berat, welder, dan safety officer.
Adrofdita menegaskan pentingnya perluasan program magang untuk siswa SMA-SMK hingga perguruan tinggi, termasuk bagi penyandang disabilitas. Tujuannya bukan hanya menciptakan sumber daya manusia yang terampil, tetapi juga menarik perhatian sebagai pusat pendidikan unggulan.
Sementara itu, dalam upaya meningkatkan minat baca dan literasi, Adrofdita mengusulkan kolaborasi antara pemerintah dan perusahaan untuk mendirikan perpustakaan berakreditasi A.
"Kami memiliki rencana ambisius untuk membangun tiga unit perpustakaan untuk SMP dan SMA, serta satu unit untuk SMK dalam waktu dua tahun ke depan. Langkah ini akan membuka pintu pengetahuan bagi generasi muda Bontang," tambahnya. (Adv)
Editor: Maruly Zainuddin