Menurut Agus Haris, langkah awal yang bisa diambil pemerintah adalah mengalokasikan anggaran untuk perbaikan tata letak pedagang. Menurutnya, jika tata letak dan tempat berjualan dipercantik, dinilai bisa mengundang pengunjung.
“Kalau tahun ini belum bisa, tahun selanjutnya di perubahan bisa. Sudah tepat itu pedagang minta perhatian pemerintah,” ujarnya, Kamis (19/10/2023).
Ia mengusulkan, para pedagang itu diberikan tempat tersendiri, sehingga arus perdagangan bisa terpusat di lokasi itu. Misalnya di sepanjang jalan masuk menuju Bontang Kuala, atau bisa juga di kawasan dekat panggung adat. “Kalau saat ini memang sepi, karena tempatnya juga sudah tidak layak dan perlu perhatian,” urainya.
Agus Haris melanjutkan, Bontang Kuala sudah seharusnya mendapatkan porsi lebih untuk alokasi anggaran. Apalagi kawasan ini merupakan cikal bakal Kota Bontang. Ia menilai saat ini pemerintah dinilai kurang memperhatikan kawasan itu. Padahal Bontang Kuala merupkan kawasan ikonik kota Bontang.
“Harusnya memang ada porsi lebih untuk Bontang Kuala. Kalau sekarang sepertinya anggarannya seperlunya saja,” tandasnya.
Sementara itu pedagang olahan ikan Zarifah (58) mengatakan, saat ini pihaknya memang butuh perhatian pemerintah. Ia berharap lokasi berjualan mereka dipindah ke lokasi yang lebih layak, namun tetap berada di kawasan itu.
“Kami sih harapannya ada perhatian. Karena memang kan tempatnya sudah kurang layak. Kalau tempatnya bagus, pembeli juga banyak yang datang,” urainya. (Adv)
Editor: Maruly Zainuddin