Anggota DPRD Bontang, Bakhtiar Wakkang, menyatakan harapannya agar BCC tahun ini ditingkatkan kelasnya. Ia menekankan pentingnya publikasi acara ini, termasuk melalui saluran televisi nasional, untuk menarik minat wisatawan dari luar daerah.
“Minimal saat bicara Kalimantan Timur, orang akan langsung ingat Bontang City Carnival. Jadi jangan digarap asal-asalan," ujarnya dalam dalam rapat dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang, Senin (16/10/2023).
Kepala Disdikbud Bontang, Bambang Cipto Mulyono, menyatakan komitmennya untuk membuat BCC 2023 lebih baik dari sebelumnya. BCC 2023 sendiri akan melibatkan berbagai pihak, termasuk Organisasi Perangkat Daerah (OPD), paguyuban, sekolah, dan elemen masyarakat.
Para peserta diharapkan menampilkan kreativitas seni dan ragam budaya tradisi masing-masing daerah. Penilaian tidak hanya berdasarkan kostum, tetapi juga kekompakan dan tarian yang ditampilkan saat melewati rute di depan panggung utama, tepatnya di Jalan Simpang tiga Ramayana.
"Kami akan menggandeng salah satu TV Nasional untuk mempromosikan Bontang. Kami ingin BCC ini menjadi event bertaraf nasional bahkan internasional," ujarnya.
Pada BCC 2023, kelompok atau peserta terbaik akan mendapatkan beragam hadiah menarik dari Pemerintah Kota Bontang. Selain itu, anggota DPRD Bontang juga mengusulkan agar BCC menjadi agenda rutin tahunan dengan persiapan regulasi yang matang. Dengan demikian, BCC dapat diusulkan ke Kementerian Pariwisata sebagai event bertaraf nasional dan internasional, asalkan digelar secara spektakuler selama tiga kali berturut-turut.
Lebih lanjut dikatakanya, Bontang City Carnival 2023 diharapkan bukan hanya sekadar pesta budaya lokal, tetapi juga menjadi magnet pariwisata yang menarik minat wisatawan dari seluruh penjuru, mengukuhkan posisi Bontang sebagai kota pariwisata, budaya, dan sentra UMKM yang berkembang pesat di Kalimantan Timur. “Semoga BCC 2023 menjadi tonggak bersejarah bagi kemajuan Kota Taman,”harapnya. (Adv)
Editor: Maruly Zainuddin