Keputusan ini diambil setelah Disporapar menerima protes keras dari berbagai cabor terkait besaran bonus yang awalnya ditetapkan. Kepala Disporapar Bontang, Ahmad Aznem, mengonfirmasi bahwa Pemerintah Kota Bontang telah menyetujui tambahan anggaran senilai Rp1,7 miliar khusus untuk bonus pelatih.
"Sebagai kepala Dinas, saya minta maaf atas kekeliruan ini. Kami ingin memberikan rasa adil bagi cabor yang meraih banyak medali dengan menyesuaikan bonus sesuai perhitungan medali yang mereka dapatkan," ungkap Aznem baru-baru ini.
Perubahan kebijakan didukung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bontang. Ketua DPRD Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam, menegaskan setuju dengan keputusan Disporapar. Menurutnya, peningkatan bonus pelatih merupakan bentuk pengakuan terhadap peran vital mereka dalam meningkatkan prestasi atlet.
"Penambahan bonus ini akan memberikan rasa adil bagi para pelatih. Selama keputusan tersebut tidak melanggar aturan, kami mendukung langkah ini. Kita akan menyetujui usulan serupa jika diajukan pada Porprov Kaltim 2024," ujar Andi Faizal Sofyan Hasdam.
Keputusan ini diharapkan akan memberikan semangat baru bagi para pelatih cabor Porprov Kaltim 2023 dan mendukung pengembangan olahraga di Kota Bontang. Disporapar Bontang juga berkomitmen untuk terus mendukung para pelatih dalam mencapai prestasi terbaik mereka. (Adv)
Editor: Maruly Zainuddin