"Perlakuan di Berbas Pantai berbeda. Nantinya, kami akan mengandalkan jalur laut dan menggunakan pompa untuk mengatasi kebakaran di daerah tersebut," ujar Amiluddin, baru-baru ini.
Langkah ini mendapatkan dukungan dari Ketua Komisi III DPRD, Amir Tosina, yang menganggap pembangunan pos pemadam kebakaran di Berbas Pantai sangat penting. Ia menekankan pentingnya memiliki pos pemadam kebakaran yang dekat dengan permukiman untuk mempermudah antisipasi terhadap kebakaran.
Pihaknya pun meminta Disdamkartan menggunakan lahan milik Pemkot, terutama di wilayah Berbas Pantai agar anggaran bisa difokuskan langsung untuk pembangunan gedung. “Lahan di samping Pujasera Manggrove Berbas Pantai dianggap lebih strategis," tambahnya.
Selain itu, akhir Oktober mendatang, Disdamkartan berencana meresmikan pos pemadam di Guntung, yang berlokasi di kompleks Rusunawa Guntung sebagai bagian dari rangkaian perayaan HUT Bontang. Disdamkartan juga telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp9,6 miliar untuk pengadaan lima unit armada pemadam kebakaran, termasuk tiga unit suplai air, satu mobil rescue, dan satu kendaraan pikap.
Dengan langkah-langkah ini, diharapkan wilayah Bontang semakin siap menghadapi potensi bahaya kebakaran, terutama di daerah pesisir seperti Berbas Pantai. “Disdamkartan terus berkomitmen untuk meningkatkan keselamatan dan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana kebakaran di berbagai wilayah kota,” tandasnya. (Adv)
Editor: Maruly Zainuddin