Meski begitu, sekitar 3.500 bola lampu harus dipelihara setiap tahun, sementara lampu yang ada saat ini rata-rata sudah berumur lima tahun dan memerlukan penggantian. Menyikapi hal ini, anggota Komisi III DPRD Kota Bontang, Faisal, mengkritik alokasi anggaran yang terbatas. "Wajar Dishub kurang tanggap kalau ada lampu yang padam," ujarnya baru baru ini.
Dia menambahkan, biaya untuk satu titik Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) mencapai Rp7 juta, termasuk kabel dan perlengkapan kelistrikan lainnya. Lok Tuan sendiri merupakan salah satu wilayah yang terdampak, memiliki sekitar 20 titik lampu padam, dan kondisi ini menguras hampir seluruh anggaran yang dialokasikan.
Faisal mendesak dinas terkait untuk mengkomunikasikan secara terbuka jika alokasi anggaran yang ada tidak mencukupi. "Paling tidak, disampaikan ke Komisi III," tegasnya.
Ia juga meminta penambahan alokasi anggaran untuk pemeliharaan LPJU pada tahun mendatang. Kekhawatiran terus berkembang di kalangan warga Loktuan dan DPRD Kota Bontang mengenai keberlanjutan pemeliharaan lampu jalan di wilayah tersebut.
Dengan alokasi anggaran yang tidak mencukupi, langkah-langkah konkret diharapkan segera diambil untuk memastikan penerangan jalan umum yang memadai demi keselamatan dan kenyamanan warga.
“Tahun depan, jangan sampai ada keluhan lagi terkait nilai anggaran yang sama," tandasnya. (adv)
Editor: Maruly Zainuddin