Ketua Komisi III DPRD Kota Bontang, Amir Tosina, menanggapi wacana ini dengan mengingatkan bahwa dalam periode lima sampai delapan tahun ini, langkah-langkah lanjutan perlu diambil.
Amir menekankan bahwa tim terkait harus melakukan kajian lebih lanjut sebelum waktu habis, serta menyarankan agar opsi alternatif lain disiapkan untuk mengatasi situasi ketika void tidak lagi dapat dimanfaatkan.
"Solusi lain harus ditemukan. Daripada sama sekali tidak digunakan, dengan hasil kajian yang dilakukan selama ini. Rencana ke depan juga tidak ada solusi paling cepat selain memanfaatkan void tambang,” kata Amir, baru-baru ini.
Amir juga menyoroti kesiapan tim percepatan yang hampir mencapai tahap finalisasi. Ia berkomitmen untuk mengikuti perkembangan lebih lanjut terkait wacana ini dan mempertanyakan mengapa temuan tentang keterbatasan pemakaian void tersebut tidak diungkap lebih awal atau setidaknya ditelusuri oleh tim percepatan.
“Seharusnya ada informasi kepada kami dan harusnya mereka (tim percepatan) tahu terkait itu. Selanjutnya kami mungkin harus mengunjungi pihak yang menemukan (pemanfaatan void 5-8 tahun), agar lebih jelas,” terangnya.
Amir juga menjelaskan, bahwa sebelum tahap finalisasi kajian, semua aspek akan dikembalikan kepada tim percepatan. Meskipun pemakaian void hanya dapat dilakukan selama beberapa tahun, alokasi anggaran sudah ditetapkan.
“Solusi alternatif harus dicari dengan sungguh-sungguh untuk memastikan keberlanjutan pasokan air di Bontang,” jelasnya kepada media ini. (Adv)
Editor: Maruly Zainuddin