Agus Haris telah mengirimkan undangan kepada perusahaan sekitar untuk berkolaborasi dalam memperbaiki SDN 007 Guntung. Harapannya, perusahaan bisa membantu pembenahan fasilitas sanitasi dan lainnya demi kenyamanan siswa.
Dia berharap pihak perusahaan bisa berkontribusi dalam perbaikan jangka pendek, seperti pembenahan fasilitas sanitasi dan bantuan lainnya. "Kolaborasi semacam ini akan sangat bermanfaat bagi sekolah dan siswa-siswi," lanjutnya.
Meskipun perusahaan tidak hadir saat kunjungan, Agus Haris tetap optimis akan adanya kerja sama di masa depan. Ia berharap perusahaan akan ikut serta dalam memajukan fasilitas pendidikan dan kesejahteraan siswa di Bontang.
Untuk diketahui, SDN 007 Bontang Utara adalah satu-satunya pilihan bagi anak-anak Kelurahan Guntung untuk mendapatkan pendidikan dasar. Sayangnya, infrastruktur sekolah menghadapi kendala yang signifikan.
Kepala SDN 007 Bontang Utara, Nurmiani, mengungkapkan bahwa saat ini terdapat 589 siswa di sekolah tersebut, dan jumlahnya terus bertambah setiap tahun. Namun, ruang kelas yang ada tidak cukup untuk menampung semua siswa. “Jadi jam belajar siswa harus dibagi dua, yakni pagi dan siang,” ungkapnya.
Selain masalah ruang kelas, fasilitas toilet juga tidak memadai. Dari 600 siswa, hanya ada 6 toilet yang seharusnya 17. Saluran pembuangan limbah juga menjadi isu karena tidak ada fasilitas yang memadai.
Nurmiani mengungkapkan keprihatinan terhadap keamanan siswa. Pagar yang tidak merata membuat siswa bisa lepas dari pengawasan dan bermain di area sekitar sekolah yang berisiko. “Ini juga kami khawatir. Karena ke bawah itukan ada sungai yang biasa muncul buaya,” lanjutnya.
Situasi lapangan juga mencemaskan. Ukuran lapangan tidak mencukupi untuk upacara, dan kondisi ini mempengaruhi rutinitas upacara siswa setiap hari Senin. “Makanya mereka tidak mengenal lencang depan, hanya luruskan,” ungkap Nurmiani mengenai keterbatasan lapangan. (adv)
Editor: Maruly Zainuddin