Hasil dari reses ini akan diperjuangkan dan diprioritaskan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2024, khususnya untuk penanganan fisik. Sementara itu, usulan yang berkaitan dengan pengadaan sarana dan prasarana akan diusahakan masuk dalam APBD Perubahan tahun 2023.
"Saya mendengarkan aspirasi warga. Nanti usulan ini akan disampaikan dalam rapat bersama antara DPRD dan Pemerintah. Program pemenuhan infrastruktur dan penanggulangan banjir akan menjadi prioritas," ujar Raking.
Beberapa usulan yang muncul dalam reses ini antara lain adalah pembersihan saluran drainase di sepanjang Jalan Ir Juanda. Warga merasa drainase ini telah lama tidak dibersihkan, sehingga saat hujan deras, genangan air sering terjadi akibat pendangkalan.
Selain itu, usulan terkait penerangan jalan lingkungan juga disampaikan, terutama di RT 25 Tanjung Laut Indah yang masih memiliki beberapa spot yang gelap. Tidak hanya itu, terdapat pula usulan mengenai pengadaan tenda, tarup, dan kursi. Fasilitas-fasilitas ini telah mengalami kerusakan dan membutuhkan peremajaan agar tetap layak digunakan, terutama untuk kegiatan hajatan masyarakat.
"Ada beberapa usulan. Yang paling banyak disuarakan tiga poin. Normalisasi dan perbaikan drainase, penerangan jalan, dan pengadaan tenda, tarup serta kursi yang kondisinya memprihatinkan," tambah Raking.
Raking juga telah berupaya untuk membantu warga dengan mengalokasikan dana aspirasi untuk pengadaan tarup dan kursi. Namun, usulan ini belum ditindaklanjuti oleh pihak kelurahan dengan alasan keterbatasan anggaran. Meski begitu, Raking berkomitmen untuk terus mengadvokasi usulan tersebut kepada pihak yang berwenang.
Ketua RT 25 Ranjung Laut Indah, Hardiansyah, menyambut baik reses kali pertama oleh anggota DPRD di wilayahnya. Ia berharap bahwa usulan-usulan yang telah disampaikan oleh warga dapat diakomodir dan terealisasi, sehingga wilayahnya akan mengalami perubahan yang positif dalam hal sarana dan infrastruktur.
Dengan dilaksanakannya reses ini, diharapkan bahwa pemerintah daerah akan lebih memahami kebutuhan dan aspirasi masyarakat setempat. "Serta mampu mengalokasikan sumber daya yang tepat guna untuk memajukan infrastruktur dan fasilitas publik di Bontang," jelasnya. (adv)
Editor: Maruly Zainuddin