Junaidi mendorong masyarakat yang tinggal di daerah pesisir khususnya di Guntung, Selambai dan Bontang Kuala, untuk lebih waspada dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Wilayah-wilayah tersebut diketahui berdekatan dengan habitat buaya muara, yang dapat menimbulkan potensi konflik dengan manusia.
"Kami yang berada di Bontang Kuala memang sudah enggan berdekatan dengan sungai karena khawatir akan serangan buaya, terutama setelah kejadian tragis yang menimpa warga di Bontang Kuala," kata Junaidi baru baru ini.
Junaidi mengimbau masyarakat untuk mengikuti arahan dan peraturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Hal ini ditujukan untuk menjaga keselamatan bersama. Papan peringatan telah dipasang oleh pemerintah di lokasi-lokasi yang dianggap rawan terjadinya serangan buaya.
"Jangan meremehkan imbauan pemerintah, karena di berbagai daerah sudah tercatat banyak korban jiwa akibat serangan buaya. Ini semua dilakukan untuk melindungi kita semua. Saya yakin imbauan ini ditujukan untuk kebaikan bersama," tegasnya.
Junaidi juga mengingatkan imbauan pemerintah tidak seharusnya dianggap sebagai hambatan terhadap pekerjaan atau aktivitas sehari-hari. Sebaliknya ini adalah bentuk perhatian dan upaya pemerintah dalam mencegah warganya menjadi korban serangan buaya di masa mendatang.
Ia menegaskan pemerintah tidak memiliki niat untuk mencelakai masyarakat, melainkan untuk menjaga keselamatan dan kesejahteraan bersama.
Kejadian tragis ini menjadi pengingat bagi masyarakat akan potensi ancaman yang ada di sekitar lingkungan mereka. "Diharapkan dengan meningkatkan kewaspadaan dan mengikuti arahan pemerintah, warga dapat terhindar dari bahaya serangan buaya dan potensi ancaman lainnya di masa yang akan datang," tegas Junaidi. (adv)