Ketua Komisi III DPRD Kota Bontang, Amir Tosina menyatakan pembahasan lebih lanjut mengenai rencana tersebut belum bisa dilakukan karena belum ada pembicaraan di badan anggaran (Banggar) untuk mendorong alokasi anggaran yang dibutuhkan.
Amir mengungkapkan unsur pimpinan juga telah menyatakan ketidakadaan pembahasan dan peninjauan ke lapangan karena pemerintah belum mengusulkan lahan yang pasti untuk proyek pemakaman tersebut.
"Hal ini menyebabkan rencana pembangunan pemakaman Bontang Barat tidak dapat dibahas kembali oleh pihak DPRD," ucap Amir Tosina, Kamis (3/8/2023)
Sebenarnya, Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) Bontang telah mengusulkan tiga lokasi alternatif sebagai lahan pemakaman.
Lokasi pertama berada di daerah Kampung Masdarling, Gunung Telihan dengan luas sekira 2,1 hektare. Lokasi kedua memiliki luas sekira 5 hektare, sementara lokasi ketiga mencakup 1,9 hingga 2 hektare dan berada di Jalan Soekarno Hatta, dekat pemakaman toraja.
Namun dalam peninjauan lahan pemakaman yang dilakukan pada awal Juni, Amir menyatakan bahwa hal tersebut hanya menunjukkan secara personal saja, tanpa ada pembahasan anggaran yang lebih lanjut.
Hal ini membuat rencana lenyediaan lahan pemakaman Bontang Barat harus ditunda hingga masalah tersebut teratasi.
Pihak DPRD berharap pemerintah segera mengajukan usulan anggaran yang tepat dan sesuai dengan rencana pembangunan pemakaman agar proyek ini dapat segera direalisasikan demi memenuhi kebutuhan masyarakat Bontang Barat dalam pemakaman yang memadai. (adv)