“Semoga bisa terselesaikan dengan waktu tepat, mengingat waktu juga dan cuaca menjadi kendala semoga dapat terselesaikan dengan baik,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK) Bontang, Usman menyampaikan, pengerjaan proyek sejauh ini memang terbilang lambat.
Hal itu karena kendala cuaca yang tidak menentu, termasuk soal material. Meski begitu, Usman optimistis pengerjaan proyek tersebut akan tetap rampung pada Desember 2022 mendatang.
“Kami target selesai akhir tahun dan dengan kesulitan batu dan pasir, tapi semoga tetap bisa rampung sesuai dengan target,” tuturnya pada awak media, Selasa (4/10/2022).
Sementara itu, Konsultan Tim Leader PT Ika Adya Perkasa, Bahrin memastikan untuk material pembangunan dianggap masih aman. Walaupun saat ini, kenaikan harga memang mempengaruhi laba.
“Walaupun turun keuntungan terkait kenaikan material tetapi masih aman saja,”sebutnya.
Bahrin menambahkan, pekerjaan pembangunan turap dengan panjang 320 meter tersebut sudah berjalan dua bulan. Namun, ia mengkhawatirkan curah hujan yang tinggi bisa membuat banjir, dan memperlambat progres pekerjaan.
“Intinya kami tetap optimis mencapai target Desember akhir,” pungkas Bahrin. (Adv)
Penulis : Romi Ali Darmawan
Editor: Maruly Zainuddin