Ada tiga rumah warga yang berdiri di bantaran sungai terancam amblas akibat turap ambruk itu. Dikhawatirkan kondisi ini akan lebih parah jika dibiarkan berlarut-larut.
“Kalau dibiarkan akan terkikis terus tanah yang ada di bawah pondasi rumah warga, jangan sampai nunggu rumah ambruk baru ada tindakan,” ujar Agung.
Menanggapi itu, Wakil Sekretaris Komisi III DPRD Bontang, Abdul Malik menyampaikan, beberapa waktu lalu Komisi III sudah mempertanyakan terkait robohnya turap itu langsung ke PUPRK Bontang.
Dirinya mempertanyakan, apa yang menjadi penyebab turap itu bisa ambruk, mengingat usia turap tersebut belum mencapai 10 tahun serta kemiringan turap pasti lebih condong ke arah daratan, lantas apa faktor penyebab turap itu roboh ke arah bibir sungai.
Selain itu, Abdul Malik juga sudah meninjau langsung ke lokasi, di RT 13 Gunung Elai dan menemui Ketua RT setempat.
"Ambruknya lucu, harusnya kalau memang roboh larinya pasti ke arah darat. Tapi ini kok larinya ke arah sungai," sebutnya.
Kata Malik, pihak PUPRK bakal berusaha mengajukan bantuan keuangan (Bankeu) ke Pemerintah Provinsi Kaltim (Pemprov) untuk pembuatan turap baru.
"Waktu itu saya dorong PUPRK untuk benar-benar diperjuangkan itu (pembuatan turap baru). Sama teman-teman Banggar juga saya titip, untuk diprioritaskan pembangunan turap itu," sebutnya.
"Apalagi buaya sering muncul di sungai itu, bahaya bagi warga kalau air lagi naik (debit air meningkat)," tutupnya. (AdvKK006)
Editor : Bambang Irawan