Faisal, pun meyakini, pemukiman yang ada di RT 25 jauh lebih dulu ada sebelum berdirinya lapangan golf yang berada di belakang salah satu hotel di Kelurahan Lok Tuan. “Warga hanya berharap dibuatkan jalan, akses jalan saat ini juga sangat kecil jadi kendaraan sulit untuk lewat,” ujarnya. Senin (9/8/2021).
Menurut Faisal, geramnya warga RT 25, lantaran pihak perusahaan melakukan penutupan terhadap akses jalan satu-satunya bagi warga untuk melakukan aktivitas. “Saya minta kepada pihak perusahaan bisa sedikit memberikan hati kepada warga dengan memberikan kases jalan,” sebutnya .
Faisal pun menyarankan kepada perusahaan membuatkan akses jalan lain bagi warga setempat. Dengan menggunakan dana CSR-nya. “Ya tolong dibuatkan jalan buat warga biar warga tidak melintasi lapangan golf hotel ini. Bahayanya lagi kalau ada yang sedang main golf dan ada warga melintas, kalau sampai kena kepala nanti pihak hotel lagi yang salah,” sarannya.
Lurah Lok Tuan, Takwin menyampaikan terkait persoalan penutupan jalan sudah pernah dilakukan pembahasan beberapa waktu lalu bersama pihak perusahaan sudah diputuskan jalan itu kembali dibuka agar dapat dilalui warga. Tetapi dengan catatan, kendaraan warga hanya sampai jalan yang di semen. Tidak melewati lapangan golf, yang dikhawatirkan akan merusak rumput dari lapangan itu. “Kami juga sampaikan untuk warga RT 25 dibuatkan jalan kayu yang tembus langsung ke perumahan BSD dengan jarak sekira 300-400 meter dan itu disambut pihak manajemen. Semoga bisa cepat terealisasi,” ungkapnya. (AdvKK006)
Editor : Bambang Irawan