“Jadi rapat kami persingkat tadi. Soalnya, leading sektor pembahasan master plan banjir itu adalah pihak PUPRK. Akan kami jadwal ulang rapatnya nanti,” sebut Amir Tosina. Diungkapnya pihak PUPRK Bontang apabila memiliki halangan untuk hadir memberikan informasi.
Apalagi undangan rapat sudah sejak jauh hari diberikan, tepatnya pada Kamis (22/7). Komisi III hanya mendapatkan informasi, tidak hadirnya pihak PUPRK karena sedang ada rapat lain. Itu pun dari pihak Bapelitbang.
“Saya maklum kalau sedang ada rapat di luar. Setidaknya konfirmasi ke kami biar tahu. Sebenarnya, kami hanya ingin pertanyakan kenapa master plan banjir tidak dianggarkan pada anggaran murni tahun 2022. Biar lurus saja di msyarakat, agar tidak terjadi simpang siur dan menjadi bola liar,” ujarnya.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Bidang (Kabid) Sanitasi, Air Minum dan Sumber Daya Air PUPRK Bontang, Karel menyampaikan saat ini dirinya sedang tidak dalam keadaan sehat dan juga tepat hari ini ada keluarganya yang meninggal dunia. Itulah penyebab dirinya tidak bisa hadir pada raker bersama Komisi III DPRD Bontang.
“Saya baru selesai melayat ada keluarga yang meninggal. Kondisi saya juga sedang kurang sehat. Takutnya nanti hadir rapat terjadi hal yang tidak diinginkan. Apalagi kondisi Bontang sedang seperti ini,” ungkapnya. (AdvKK006)
Editor : Bambang Irawan