"Dicek itu drainasenya, beberapa bulan lalu kita sering dapat aduan dari masyarakat, ditanyakan itu ke setiap RT gimana kondisi ketika hujan," katanya saat melakukan inspeksi mendadak di kawasan pembangunan BCM, Senin (26/7/2021).
Menurut politikus dari partai PPP itu, jika memang ada masalah terkait aliran air yang dapat menyebabkan banjir, ia minta pihak kelurahan atau kecamatan segera melakukan mediasi dan kordinasi ke pihak BCM.
"Itu diperhatikan, kasihan warga, nanti kordinasi kepada yang punya wilayah (BCM), terkait solusinya," terangnya. Sementara pihak BCM mengaku telah membuat gorong-gorong untuk warga sekitar yang dinilai dapat meminimalisir terjadinya banjir.
Tapi, yang jadi soal adalah gorong-gorong tersebut ditutup oleh warga sekitar. Informasi yang diterima, alasan warga menutup gorong-gorong tersebut,sebab gorong-gorong yang disediakan dinilai tidak cukup baik menampung aliran air yang masuk, sehingga membuat daerah tersebut tetap mengalami kebanjiran.
Warga pun meminta pihak BCM untuk menganti atau membuat gorong-gorong yang lebih besar. Selain itu, penutupan juga diduga karena timbul rasa kecewa warga, sebab pernah dijanjikan oleh pihak BCM untuk mengganti rugi atas pembuatan parit di sekitaran rumah warga.
Namun, diungkapkan Site Manajer BCM, Prasetyo, pihaknya tidak pernah menjanjikan hal tersebut. Sebab keputusan kompensasi itu, pihak BCM tidak terlibat di dalamnya. "Saat proses negosiasi itu tidak dengan kami, pertemuan itu langsung dari pihak Perkim dan Kelurahan, jadi kami tidak ada singgung soal kompensasi," ungkapnya. (ADVKK005)
Editor : Bambang Irawan