Ketua DPRD Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam menyampaikan, jika penolakan tersebut memiliki alasan yang kuat. Karena perihal pergeseran anggaran ini digunakan untuk menjalankan program-program yang dinilai penting untuk segera direalisasikan.
"Kita mau dipergeseran ini betul-betul hal yang mendesak," kata Faiz saat dihubungi awak Korankaltim.com via telpon, Rabu (23/6/2021).
Faiz pun menjeleskan kenapa DPRD menolak usulan dari pemerintah tersebut karena dianggap bukan merupakan prioritas mendesak yang harus dilaksanakan tahun ini.
Ia juga menepis tudingan jika DPRD dianggap menghalang-halangi kegiatan pemerintah
"Ya kita ingin supaya anggaran itu betul-betul prioritas," ungkapnya.
Persoalan perencanaan pembuatan masterplan banjir misalnya. Pihaknya dan pemerintah bisa satu suara bahwa kegiatan itu perlu pematangan perencanaan agar aplikasinya tidak buang-buang anggaran.
"Kita minta ajukan di APBD 2022 nanti, biar tidak mubazir, penyusunan perencanaan itu butuh waktu yang panjang, bisa juga cari konsultan yang bagus," lanjutnya
Jika Pemkot ingin melakukan program penanganan banjir bisa langsung dijalankan tak perlu ada masterplan. "Contohnya melakukan penurapan sungai, normalisasi sungai dan yang lainya," ungkapnya.
Jadi keliru, apabila pihaknya dianggap menolak program penanggulan banjir.
"Bahkan dari tahun ke tahun kami dari tim banggar selalu mempertanyakan tentang alokasi 10 persen dalam penanganan banjir," katanya.
Nantinya, penyusunan master plan penanganan banjir bisa melibatkan Komisi III DPRD. Sehingga sinergi antara pemerintah dan dewan bisa terjalin.
"Agar ada harmonisasi antara DPRD dan Pemerintah,"katanya.
Hal yang sama juga perlu dilakukan di rencana pembangunan jalan lingkar Bontang Kuala-Tanjung Laut Indah.
Agar berjalan baik harusnya sebelum pengajuan program harus terlebih dahulu koordinasi dengan DPRD tiba-tiba muncul dalam tawaran perencanaan.
"Dewan hanya menginginkan seluruh program yang diajukan pemerintah betul-betul bisa berjalan, tak kandas di tengah jalan," lanjutnya.
Perjelas dulu status lahannya begitu pula dengan sumber dananya. Agar saat dijalankan tidak ada masalah yang muncul.
"Ujung-ujungnya pembangunanya seperti jembatan putus karena dipaksakan. Makanya diminta untuk dipastikan terlebih dahulu semuanya," bebernya.
Sementara soal tawaran pembuatan sumur dalam untuk Perumda Tirta Taman di Kelurahan Kanaan. Tawaran tersebut muncul saat Pemkot melakukan revisi draf usulan kegiatan yang menggunakan anggaran pergeseran.
"Awalnya hanya usulan perencanaan WTP Loktuan, namun saat dikembalikan tiba-tiba ada usulan tambahan WTP Kanaan," tegasnya.
Dewan pun mempertanyakan alasan usulan mendadak itu, Pemkot tidak bisa menjawab.
Dikonfirmasi terpisah, Sekretaris Daerah Kota Bontang Aji Erlynawati mengatakan, dari 14 kegiatan yang diusulkan hanya 11 mendapat persetujuan Badan Anggaran (Banggar) .
"Iya sudah dapat persetujuan dari Dewan, tapi tiga kegiatan tidak disetujui," ujar Aji
Saat ditanyakan apa yang jadi alasan Dewan menolak tiga usulan pemerintah tersebut.
"Saya belum baca tuntas, apa yang menjadi alasan dewan, tapi ada catatan kecil tertulis di dokumen itu," tutupnya (ADV/KK005)
Editor : Bambang Irawan