“Saya anggap ini konyol. Harusnya negara memberikan kualitas pendidikan yang terbaik bagi warganya” ujarnya. Jumat (18/6/2021).
Dia tidak habis pikir dengan wacana yang digulirkan oleh pemerintah. Selain akan mengenakan pajak bagi dunia pendidikan. Bagi sembako dan dunia kesehatan pun akan dikenakan pajak juga. Pastinya, kebijakan itu akan membuat masyarakat semakin sengsara. Apalagi ditengah pandemi Covid-19 seperti saat ini.
“Tidak habis pikir saya. Bisanya mereka (pemerintah) berpikir seperti itu,” sebutnya.
Menurutnya, munculnya wacana tersebut, sama saja memperlihatkan apabila saat ini negara sedang kebingungan dalam mencari anggaran. Apakah lilitan utang negara semakin meningkat atau defisitnya anggaran negara.
Indonesia memiliki sumber daya alam yang melimpah. Seharusnya potensi itu yang dikejar. Bukan malah memberatkan masyarakat.
“Bukan rakyat memikirkan negara. Tetapi negara memikirkan rakyat. Ada yang salah dengan cara bernegara ini. Di luar logika saya ini,” pungkasnya. (AdvKK006)
Editor : Bambang Irawan