Wakil Ketua Komisi III DPRD Bontang, Abdul Malik mengatakan, kebutuhan air bersih di Bontan kian hari semakin menipis. Air permukaan pada eks void tambang PT IMM pun menjadi salah satu jalan keluar yang dinilai tepat.
Tim Percepatan pun hanya diberikan waktu selama dua pekan untuk menyusun dan memaparkan program kerja (Proker). Pada RDP yang akan digelar dua pekan lagi.
“Tim percepatan sudah dibentuk. Kami tunggu prokernya, supaya ini (pemanfaatan air permukaan) dapat dilakukan secepatnya,” ujar Abdul Malik saat ditemui usai menggelar RDP. Senin (7/6/2021).
Langkah selanjutnya ujar Malik, Komisi III akan melakukan koordinasi bersama dengan anggota DPRD Kaltim dalam waktu dekat.
Dari beberapa opsi yang telah ditinjau sebagai sumber air bersih, air eks void tambang IMM dianggap paling cepat untuk dilakukan eksekusi. “Opsi lainnya ada seperti Bendungan Marangkayu atau Waduk Kanaan tetapi sangat jauh dari harapan,” ucapya.
Adapun yang terlibat dalam tim percepatan ini di antaranya Kepala Bidang Sanitasi, Air Minum, dan Sumber Daya Air, PUPRK, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Bapelitbang, PT IMM, dan Perumda Tirta Taman. didapuk sebagai sekretaris tim. Kemudian Asisten II Sekretris Kota (Sekkot) Bontang, Zulkifli ditunjuk sebagai ketua tim. (AdvKK006)
Editor : Bambang Irawan