Kata dia, awalnya dirinya sempat menawarkan aspirasinya kepada masyarakat RT 27 untuk pengecoran jalan, menggunakan aspirasinya pada tahun 2021 ini. Tetapi dari warga mengatakan jika pengecoran jalan itu akan dilakukan menggunakan produta. Dan dari pihak kelurahan menyampaikan, jika sudah dianggarkan. Serta tahun 2022 akan dilakukan pengerjaan.
Bagi warga RT 27 pengecoran jalan tersebut sangat penting ketimbang hal
lainnya.
“Kalau tahu seperti ini mending kemarin pake aspirasi saya. Warga berharap menggunakan produta. Karena sudah diketok itu tadi anggarannya,”sebutnya.
Ia pun kecewa dengan kebijakan yang diambil Wali kota Bontang baru tersebut. Apalagi jalan sepanjang 35 meter dengan lebar sekira 30 centimeter tersebut, sempat menggunakan dana swadaya masyarakat untuk melakukan pengecoran.
“Sangat disayangkan apabila produta ditahun depan untuk fisik dihilangkan. Kalau bisa ada kebijakan untuk pembangunan fisik yang memang mendesak. Jangan main pukul rata tidak boleh fisik padahal sudah ada yang dianggarkan,” katanya.
Sebagai informasi, Wali kota Bontang mengalihfungsikan produta. Produta pada tahun 2021 ini, ditujukan pada kegiatan yang bersifat produktifitas. Seperti pembelian kursi, tenda, pengerjaan fisik bagi setiap RT sudah tidak ada lagi. Tetapi lebih memprioritaskan seperti pembelian mesih jahit. Lantaran dianggap lebih memiliki manfaat demi menunjang peningkatan ekonomi masyarakat Bontang.[AdvKK006]
Editor : Rusdi