Demikian disampaikan Ketua DPRD Kota Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam saat dihubungi via telepon Jumat (26/03/2021).
“InsyaAllah pada Oktober nanti di Waduk Marangkayu sudah mulai digenangi air. Dan apabila genangan sudah penuh sehingga sudah dapat disalurkan ke Bontang nantinya,” ujar Politikus Partai Golkar tersebut.
Ia memprediksi, kemungkinan proses pipanisasi nantinya dari Waduk Marangkayu ke Water Treatment Plant (WTP) yang ada di Bontang Lestari (Bonles), menelan waktu sekira tiga tahun lamanya. Waduk Marangkayu dinilai jauh lebih siap dibanding dua lokasi lainnya.
Seperti penggunaan void eks lubang tambang PT Indominco tentu butuh kajian lebih lama lagi terkait kualitas, kuantitas air dan lainnya. Dan Fesability Studi (FS) tahun ini juga baru masuk ke ranah PUPRK Provinsi Kaltim. Serta masih banyak lagi proses yang harus di lewati.
Secara estimasi biaya pun Bontang tidak perlu menggelontorkan APBD, karena seluruh biaya ditanggung Pemerintah Pusat.
“Progres span airnya sekira tiga tahunanlah. Waduk Marangkayu juga secara lahan sudah clear dan jauh lebih siap. Sedangkan seperti Bendali Suka Rahmad harus melewati lahan warga dan hutan lindung. Sehingga urusannya harus ke Kementrian LHK lagi. Kalau marangkayu tidak tinggal pasang jalur spam saja lagi. Dari biaya juga tindak perlu menggunakan APBD. Karena semua langsung dari Kementrian pemasangan spanm dari Waduk ke WTP Bonles,” sebutnya.
Lebih jauh dijelaskannya, selanjutnya pemasangan spam air bersih itu, dari WTP Bonles ke pusat Kota Bontang baru menggunakan APBD Bontang. Namun, ia tidak menyebut berapa kisaran biaya yang dibutuhkan untuk pemasangan spam itu jika menggunakan APBD Bontang. Secara kapasitas pengaliran air Waduk Marangkayu juga dianggap lebih unggul dari lokasi lainnya.
“Jadi untuk Waduk Marangkayu dari itu mampu mengalirkan sebanyak 200 liter/perdetik. Sedangkan untuk Bendali Suka Rahmad dan Void Eks lubang tambang hanya mampu mengalirkan 150 liter/detik,” (Adv/KK06)
Editor : Rusdi