Salah seorang tokoh masyarakat RT 40, Iriansyah mengeluhkan lantaran turap yang dibangun pada tahun 2014 lalu sudah nyaris roboh karena mengalami pergeseran sekira hampir lima meter.
“Pengerjaannya tidak beres. Padahal selalu diawasi konsultan. Tapi, kami tidak paham secara teknis,” ujarnya, Selasa (23/03/2021).
Turap sepanjang 160 meter tersebut, mengalami pergeseran 45 meter dan pengerjaan turap tersebut hanya diselesaikan dalam kurun waktu empat bulan. Namun setelah satu bulan berjalan usai rampung, turap tersebut terus mengalami pergeseran. Hal itu terjadi, diduga lantaran kurang kokohnya pondasi dari tiang pancang.
“Seharusnya pemerintah ketika melakukan pengerjaan, untuk mencari kontraktor yang memiliki kualitas,” bebernya.
Menanggapi hal itu, Ketua Komisi III DPRD Bontang, Amir Tosina menyampaikan, akan memperjuangkan permasalahan tersebut dan akan mendukung Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Tata Ruang Kota (PUPRK) Bontang, untuk secepatnya melakukan perbaikan terhadap turap tersebut.
“Guna kepentingan masyarakat, kami akan dorong ini kepada pemerintah dan kemungkinan perbaikan turap ini akan menelan biaya Rp600 sampai Rp 700 juta nantinya,” sebutnya.
Perbaikan turap tersebut dinilai, Amir Tosina tentu sangat mendesak karena ketika terjadi hujan ataupun air kiriman dari hulu Bontang lokasi tersebut otomastis akan mengalami banjir. Kemiringan dari turap tersebut juga sangat berbahaya bagi warga sekitar.
“Saya apresiasi sikap PUPRK hari ini sigap menangani dan bersedia menurunkan konsultan untuk meninjau langsung turap tersebut. Selain warga mengeluhkan banjir, turap itu juga terancam roboh. Jadi memang seharusnya segera ditangani,” katanya.
Amir Tosina pun mengakui keterbatasan anggaran menjadi kendala utama dalam penanganan banjir saat ini.
Dijelaskannya, pihak PUPRK sudah sejak lama memasukkan perbaikan turap tersebut dalam Rencana Kerja (Renja).
“Kami maklum keterbatasan anggaran yang ada karena pandemi Covid-19 ini. Target Komisi III di tahun 2021 sampai 2022 dapat mengatasi permasalahan banjir hingga 90 persen,” tutupnya. (Adv/ KK06)
Editor : Bambang Irawan