“Data pasti belum ada sampai tahun depan. Yang pasti tahun ini mencapai 40 orang yang pensiun,” ujarnya. Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua DPRD Bontang Agus Haris menilai pihak Disdikbud Bontang tentunya sudah mempersiapkan segala sesuatunya yakni pengganti guru pensiun.
Seperti untuk guru kelas kemungkinan bisa melakukan perekrutan tenaga honorer. Untuk ditempatkan di Sekolah Dasar (SD) sebagai pengajar. “Yang jadi masalah jika guru pelajaran bidang studi banyak yang pensiun. Tentu dinas terkait harus benar-benar mempersiapkan segala sesuatunya sejak sekarang,” saran Agus Haris. Saat dihubungi via telepon. Kamis (18/03/2021).
Ia pun menyarankan kepada Disdbud, terkait dengan dibukanya formasi Pengawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) untuk guru sebanyak 188 orang. Pihak Disdikbud lebih mengutamakan guru-guru honorer yang sudah lama mengabdi. “Karena guru honorer yang sudah lama mengabdi tentu lebih banyak memahami tentang pelajaran bidang studi,” sebutnya.
Menurutunya, apabila ada guru bidang studi yang telah pensiun dan masih memiliki semangat mengajar, tentu tidak menjadi permasalahan jika kembali dipekerjakan. Sehingga tidak terjadi kekosongan guru di sekolah. “Apapun skemanya, intinya jangan sampai ada kekosongan guru di sekolah,” bebernya.
Penulis: KK06
Editor : Bambang Irawan