Sayangnya, ia mengaku mendapat kabar jika ada hak para nakes yang belun terpenuhi. Yakni insentif yang belum terbayarkan selama 3 bulan.
Ia pun mempertanyakan kepada pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Taman Husada Bontang. Apakah sejauh ini ada insentif ataupun gaji dari nakes yang belum terbayarkan. Jangan sampai kedepannya akan mengakibatkan suatu permasalahan. Seperti mogoknya para nakes dalam penanganan Covid-19 di Bontang. Pertanyaan tersebut ia lontarkan saat Komisi II DPRD Bontang menggelar Rapat Kerja (Raker) bersama pihak RSUD Taman Husada, Senin (01/03/2021).
“Allhamdulillah sudah dapat jawaban. Benar ada keterlambatan pembayaran insentif nakes. Adapun keterlambatan pembayaran insentif nakes dikarenakan adanya perubahan regulasi di pemerintah pusat. Yaitu perpindahan kebijakan dari Menteri Keuangan ke Menteri Kesehatan,” ujar Sumaryono ditemui diruang kerjanya.
Keterlambatan pembayaran insentif, kata Sumaryono terjadi karena ada beberapa aturan yang harus diikuti dalam hal pembayaran kepada nakes. Namun, kini pembayaran insentif nakes telah dikembalikan pemerintah daerah.
“Oleh dari itu saya minta kepada Pemkot untuk segera menunaikan kewajibannya,” tegasnya.
Sementara, Wakil Direktur Umum dan Keuangan RSUD Taman Husada, Syabirin menyampaikan, sudah 3 bulan terakhir pembayaran insentif, sebanyak 109 nakes yang merawat pasien Covid-19 menunggak. Tunggakan yang dimiliki RSUD Taman Husada tidak hanya insentif saja. Akan tetapi biaya operasional akomodasi petugas pasien Covid-19 yang meninggal, pun menunggak.
“Total tunggakan insentif nakes senilai Rp266 juta. Karena tidak adanya anggaran. Tunggakan terjadi sejak Oktober tahun lalu. Pada Oktober tunggakan dialami 39 nakes.Di November 32 nakes dan Desember 38 nakes.,” bebernya.
Biaya operasional yang juga menunggak ialah akomodasi makan minum dan pemulasaran jenazah sebanyak 20 kali. Semula, pemerintah akan membayarkan di tahun 2021. Dan pihaknya telan mengusulkan sebesar Rp 40,6 Miliar.
"Untuk Akomodasi sebesar Rp89 juta. Dan Pemulasaran jenazah Rp109 juta. Sudah diusulkan untuk pembayaran, rencananya akan dimasukkan pada refocusing anggaran tahun ini sebesar Rp40,6 miliar," jelasnya.[adv/KK06]
Penulis: Abdi
Editor : Rusdi