Hal itu disampaikan menyusul masih ditemukannya sejumlah titik pembuangan sampah liar di beberapa lokasi wisata serta terbatasnya sarana dan prasarana pendukung kebersihan. Kondisi tersebut dinilai berpotensi mengganggu citra Maratua sebagai destinasi wisata kelas dunia.
Persoalan sampah tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah, tetapi juga seluruh pihak yang beraktivitas di kawasan wisata, termasuk wisatawan lokal maupun mancanegara.
“Sangat disayangkan masih banyak sampah yang berserakan. Padahal, kita sedang menjual potensi wisata alam yang indah. Kalau tidak dijaga, kita sendiri yang akan rugi,” ujarnya.
Meningkatnya kunjungan wisatawan ke Maratua seharusnya dibarengi dengan kesadaran menjaga kebersihan lingkungan. Namun di lapangan, masih banyak pengunjung yang membuang sampah sembarangan tanpa memperhatikan dampak terhadap ekosistem pesisir dan laut.
Selain perilaku pengunjung, keterbatasan fasilitas kebersihan juga disebut menjadi kendala utama. Tempat sampah yang minim serta sistem pengangkutan sampah yang belum maksimal membuat penumpukan sampah masih kerap terjadi di sejumlah titik.
Pengelolaan sampah di kawasan wisata perlu dilakukan dengan pendekatan yang lebih menyeluruh. Tidak hanya sebatas membuang sampah, tetapi juga membangun kesadaran kolektif masyarakat dan pelaku wisata untuk mengelola sampah secara bijak dan berkelanjutan.
Menurutnya, edukasi kepada wisatawan dan masyarakat sekitar menjadi langkah penting agar persoalan sampah tidak terus berulang. Ia juga mendorong adanya sinergi antara pemerintah kampung, pengelola wisata, dan masyarakat dalam menjaga kebersihan kawasan wisata.
“Kesadaran bersama sangat penting. Lingkungan yang bersih akan membuat wisatawan nyaman dan berdampak positif bagi ekonomi masyarakat,” katanya.
Dirinya berharap, aktivitas pariwisata di Maratua dapat berjalan seiring dengan upaya pelestarian lingkungan. Dengan pengelolaan kebersihan yang lebih baik, ia optimistis Maratua tetap mampu mempertahankan daya tarik wisatanya di mata wisatawan.
“Kita ingin Maratua tetap jadi destinasi unggulan, tapi dengan wajah yang bersih dan ramah lingkungan,” tutupnya. (Adv)
Editor: Erwin