Sekretaris Komisi I DPRD Berau, Frans Lewi mengatakan sebagian besar kasus yang terungkap justru menunjukkan belum optimalnya mekanisme perlindungan anak sejak tahap awal.
Menurutnya, masyarakat selama ini baru mengetahui adanya tindak kekerasan seksual setelah korban mengalami trauma mendalam atau ketika kasus telah mencuat ke ruang publik. Kondisi tersebut dinilai menjadi indikator bahwa sistem pengawasan sosial dan komunikasi di lingkungan terdekat anak masih lemah.
“Jika sistem pelaporan lebih kuat, potensi kekerasan bisa dicegah lebih cepat,” ujarnya.
Frans menegaskan, penanganan kasus pelecehan seksual tidak cukup hanya berfokus pada proses hukum terhadap pelaku. Ia menilai langkah preventif harus diperkuat agar kasus serupa tidak terus berulang di masa mendatang.
Karena itu, ia mendorong pemerintah daerah memperkuat kanal pelaporan yang ramah anak dan mudah diakses masyarakat. Selain itu, petugas yang menerima pengaduan juga perlu memiliki kemampuan khusus dalam menangani korban anak secara profesional dan sensitif.
Menurutnya, keberadaan sistem pelaporan yang aman dan responsif akan membantu korban maupun keluarga lebih berani menyampaikan pengaduan sejak awal. Dengan demikian, potensi kekerasan dapat segera ditangani sebelum menimbulkan dampak psikologis yang lebih berat bagi anak.
Di sisi lain, Frans juga menekankan pentingnya peran keluarga sebagai benteng utama perlindungan anak. Ia mengingatkan orang tua agar lebih peka terhadap perubahan perilaku anak, termasuk ketika anak mulai tertutup, takut, atau menunjukkan tanda-tanda trauma.
Ia menilai komunikasi yang terbuka di lingkungan keluarga menjadi salah satu langkah penting dalam mencegah kekerasan seksual terhadap anak. Anak yang merasa aman dan dipercaya disebut akan lebih mudah menyampaikan pengalaman atau ancaman yang dialaminya.
Dirinya berharap, penguatan sistem pencegahan dan deteksi dini dapat menjadi perhatian bersama, sehingga Kabupaten Berau lebih siap menghadapi ancaman kekerasan seksual terhadap anak di masa mendatang.
“Jika hubungan emosional terjalin baik, anak tidak akan takut untuk bercerita,” tandasnya.
Editor: Erwin