Bangun Ekosistem Pendidikan, DPRD Berau Tekan Ketergantungan Gadget Anak
1 menit baca0 kali dibaca

Penulis: Indri
KORANKALTIM.COM, TANJUNG REDEB — Meningkatnya penggunaan ponsel pada anak usia dini kini menjadi perhatian serius berbagai pihak.
Fenomena ini tidak lagi dipandang sekadar kebiasaan, tetapi telah berkembang menjadi tantangan dalam tumbuh kembang anak, terutama di tengah minimnya pengawasan dan alternatif aktivitas yang tersedia di lingkungan sekitar.
Wakil Ketua II DPRD Berau, Sumadi, menilai kondisi tersebut harus menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor.
Menurutnya, penanganan ketergantungan gadget pada anak tidak bisa hanya dibebankan kepada orang tua dan sekolah, melainkan membutuhkan dukungan ekosistem pendidikan yang lebih luas. “Harus ada edukasi. Ada waktunya,” ujarnya.
Peran komunitas pendidikan dan masyarakat sekitar sangat penting dalam menyediakan ruang aktivitas yang ramah anak. Keberadaan taman belajar, ruang baca, hingga kegiatan seni dinilai mampu menjadi alternatif positif untuk mengalihkan perhatian anak dari layar ponsel.
Selain itu, Sumadi menekankan penguatan metode pembelajaran kreatif di sekolah perlu berjalan seiring dengan peningkatan kualitas tenaga pendidik. Guru dituntut mampu menghadirkan pembelajaran yang menarik agar anak tidak bergantung pada hiburan digital semata.
Di sisi lain, literasi digital bagi orang tua juga menjadi kunci dalam mengatasi persoalan ini. Pasalnya, pengawasan penggunaan gadget lebih banyak terjadi di luar jam sekolah. Dengan pemahaman yang memadai, orang tua diharapkan mampu mengatur waktu penggunaan ponsel tanpa menghambat kreativitas anak.
Dengan pendekatan yang lebih intensif dan menyeluruh diyakini dapat menciptakan lingkungan belajar yang sehat dan seimbang. Hal ini penting agar anak-anak tetap aktif, kreatif, dan memiliki interaksi sosial yang baik di dunia nyata.
Sehingga, kolaborasi antara keluarga, sekolah dan masyarakat diharapkan ketergantungan anak terhadap gadget dapat ditekan, sekaligus membuka ruang bagi tumbuhnya generasi yang lebih adaptif dan berdaya saing di masa depan.
“Pendekatan intensif diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang lebih sehat,” tandasnya.
Editor: Erwin










