Ia mengungkapkan, kritik tersebut bukan hanya berdasarkan laporan warga, tetapi juga pengalaman pribadinya saat mengakses layanan kesehatan di rumah sakit milik pemerintah daerah itu.
“Jangankan masyarakat, saya saja merasakan sendiri bagaimana pelayanannya di sana,” tegasnya.
Menurutnya, kondisi ini mencerminkan adanya persoalan mendasar dalam sistem pelayanan yang belum dibenahi secara optimal. Ia meminta Direktur RSUD dr Abdul Rivai segera melakukan evaluasi menyeluruh, terutama pada aspek kedisiplinan tenaga medis dan responsivitas pelayanan.
Salah satu keluhan yang kerap diterima, lanjut Ratna, adalah ketidakhadiran dokter saat dibutuhkan pasien. Hal ini dinilai sangat merugikan masyarakat yang membutuhkan penanganan cepat dan tepat.
“Ini bukan persoalan sepele. Pelayanan kesehatan menyangkut keselamatan masyarakat,” ujarnya.
Dia juga menyoroti besarnya anggaran yang telah digelontorkan Pemerintah Kabupaten Berau melalui APBD untuk mendukung operasional rumah sakit tersebut. Namun, menurutnya, besaran anggaran tersebut belum sebanding dengan kualitas pelayanan yang dirasakan masyarakat.
“Anggaran yang diberikan cukup besar, sementara pelayanannya tidak seimbang. Ini yang harus menjadi perhatian serius,” katanya.
Dirinya berharap persoalan ini tidak dibiarkan berlarut-larut tanpa solusi konkret. Ia juga mendorong kepala daerah untuk mengambil langkah tegas guna memastikan pelayanan kesehatan berjalan optimal.
“Kami minta bupati memberikan ketegasan. Pelayanan kesehatan masyarakat harus diutamakan,” pungkasnya. (adv)
Editor: Erwin