Kondisi tersebut dinilai dapat dimanfaatkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau untuk menarik minat wisatawan, baik dari dalam negeri maupun mancanegara.
Namun, Sekretaris Komisi III DPRD Berau, Ratna, mengingatkan agar pengembangan pariwisata tidak mengesampingkan pelestarian budaya lokal.
Menurutnya, kekayaan budaya yang dimiliki Berau justru menjadi daya tarik utama yang perlu dijaga keberlangsungannya melalui dukungan nyata pemerintah.
“Tidak hanya pariwisata, kebudayaan juga harus dijaga dan didukung melalui kegiatan rutin,” ujarnya.
Sejumlah agenda budaya diketahui rutin digelar setiap tahun, di antaranya tradisi Meja Panjang dan Bakudung Batiung. Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi sarana pelestarian budaya, tetapi juga mampu menarik perhatian wisatawan.
Meski selama ini pelaksanaan acara kerap didukung pihak ketiga, pihaknya menilai Pemkab Berau tetap harus hadir memberikan dukungan penuh agar penyelenggaraan semakin meriah dan berkelanjutan.
Ia juga menegaskan bahwa Berau tidak hanya kaya akan destinasi wisata alam, tetapi juga memiliki nilai budaya yang layak diperkenalkan secara luas. Potensi ini, menurutnya, harus dimaksimalkan melalui promosi dan dukungan program yang berkelanjutan.
“Banyak destinasi wisata, kita juga punya nilai kebudayaan yang bisa diperkenalkan. Ini harus menjadi perhatian bersama,” ujarnya.
Politis Partai Golkar itu berharap, Pemkab Berau menunjukkan komitmen yang konsisten, khususnya dalam penganggaran kegiatan budaya tahunan. Dukungan tersebut dinilai menjadi kunci agar sektor pariwisata dan kebudayaan dapat tumbuh seimbang.
“Kita perlu komitmen dalam penganggaran jika ingin kebudayaan dan pariwisata berkembang,” pungkasnya. (Adv)
Editor: Erwin