Seperti diketahui, Dinas Kesehatan (Dinkes) Berau memastikan bahwa persiapan terus dikebut menjelang target operasional RSUD Tanjung Redeb pada Mei 2026.
Namun, DPRD mengingatkan bahwa percepatan tidak boleh mengorbankan kualitas layanan.
“Kami mendukung pengoperasian RSUD baru, tetapi kesiapan harus benar-benar matang agar tidak menghambat pelayanan kepada masyarakat,” ucap Wakil Ketua I DPRD Berau Subroto.
Sorotan lain tertuju pada krisis tenaga medis di wilayah pesisir dan pedalaman. DPRD mencatat adanya kejadian pelayanan kesehatan terhenti hingga beberapa hari akibat ketiadaan dokter. Kondisi ini dinilai tidak boleh terulang karena berdampak langsung pada akses layanan masyarakat.
“Ini sangat penting karena sebelumnya sempat terjadi pelayanan terhenti selama dua hingga tiga hari akibat tidak adanya dokter,” ujarnya.
Selain itu, pelayanan di RSUD dr. Abdul Rivai juga tidak luput dari evaluasi. Meski diakui telah berjalan cukup baik, DPRD menilai masih terdapat sejumlah kekurangan yang perlu dibenahi, terutama dalam aspek manajemen dan kualitas pelayanan.
Subroto menegaskan, DPRD akan terus memberikan masukan sebagai bagian dari fungsi pengawasan agar kualitas layanan kesehatan di Berau semakin meningkat.
Ia berharap evaluasi LKPJ ini menjadi momentum pembenahan menyeluruh. “Kami akan terus memberikan saran agar pelayanan semakin baik,” tutupnya. (Adv)
Editor: Aspian Nur