Padahal, potensi yang dimiliki daerah dinilai cukup besar untuk menjadikan ekraf sebagai penggerak baru pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Ketua Komisi I DPRD Berau, Elita Herlina menilai, pemerintah daerah perlu menghadirkan kebijakan yang lebih berani dan terarah agar sektor ini tidak hanya berkembang secara sporadis, tetapi benar-benar membentuk ekosistem usaha yang kuat.
Menurutnya, ekonomi kreatif saat ini bukan lagi sekadar usaha alternatif, melainkan telah menjadi bagian penting dari struktur ekonomi modern di berbagai daerah. “Potensi ekonomi kreatif sangat besar. Karena itu saya rasa pemerintah perlu memaksimalkan dukungan terhadap industri kreatif, bukan hanya sebatas promosi,” ujarnya.
Ia menilai, dukungan pemerintah tidak cukup hanya dengan memperkenalkan produk kreatif kepada publik. Lebih dari itu, pelaku usaha membutuhkan fasilitas, akses pembiayaan, hingga kebijakan yang mempermudah mereka berkembang.
Jika ekosistem tersebut dapat dibangun secara serius, sektor ekraf diyakini mampu mendorong pelaku usaha lokal naik kelas serta memberikan kontribusi nyata terhadap perekonomian daerah. “Peluang ekonomi kreatif untuk kesejahteraan masyarakat sebenarnya sangat bagus. Hampir tanpa batasan kreativitas, sehingga ruang pengembangannya jauh lebih luas,” jelasnya.
Politisi Partai Golkar itu mengingatkan, agar pemerintah daerah tidak kehilangan momentum di tengah meningkatnya minat generasi muda terhadap industri kreatif.
Menurutnya, tren tersebut merupakan peluang besar untuk menciptakan lapangan kerja baru berbasis kreativitas.
Ia berharap pemerintah dapat merumuskan kebijakan yang lebih progresif, mulai dari penyediaan ruang kreatif, pelatihan berkelanjutan, hingga akses pendanaan yang ramah bagi pelaku ekraf. “Kalau ekosistemnya dibangun dengan serius, ekonomi kreatif bisa menjadi kekuatan baru ekonomi Berau,” pungkasnya. (adv)