Sejumlah sekolah di kawasan pesisir hingga Kecamatan Kelay disebut masih beroperasi dengan fasilitas terbatas.
Beberapa di antaranya bahkan menggunakan ruang kelas yang tidak lagi layak, sementara rumah dinas guru juga belum tersedia. Kondisi ini dinilai berpotensi memengaruhi kualitas proses belajar mengajar di daerah tersebut.
Di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang dilakukan pemerintah, persoalan pendidikan di wilayah terpencil dinilai tidak hanya berkaitan dengan besaran anggaran.
Sejumlah pemerhati pendidikan menilai persoalan utama justru terletak pada lemahnya perencanaan serta pemetaan kebutuhan sekolah dari tahun ke tahun.
“Pendidikan itu penting. Pembangunan fasilitas pendidikan harus dapat direncanakan secara lebih terarah agar tidak terpusat di wilayah perkotaan saja,” ucapnya.
Peri menegaskan bahwa penyusunan anggaran harus dilakukan secara lebih cermat agar kebutuhan sarana pendidikan dapat terpenuhi secara merata.
“Yang kami inginkan ialah menentukan anggaran yang tepat agar kebutuhan fisik sekolah dapat dipenuhi,” ujarnya.
Sementara itu, masyarakat di wilayah pesisir menilai evaluasi menyeluruh terhadap perencanaan pendidikan perlu segera dilakukan.
Mereka berharap pemerintah tidak hanya menunggu usulan dari dinas terkait, tetapi juga melakukan langkah proaktif untuk memetakan kebutuhan riil di lapangan.
Langkah seperti pemetaan berbasis wilayah hingga percepatan pembangunan ruang kelas prioritas dianggap penting untuk mengejar ketertinggalan pembangunan pendidikan di daerah terpencil.
Pemerataan fasilitas sekolah dinilai menjadi kunci untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Berau di masa depan. “Karena, pendidikan itu pandai penting dan pandai awal menciptakan generasi bangsa yang unggul,” tandasnya. (Adv)
Editor: Erwin