Anggota Komisi III DPRD Berau, Sa'ga, menilai program tersebut memang penting bagi masyarakat, namun tetap perlu disertai pengawasan agar manfaatnya benar-benar dirasakan secara optimal.
Menurutnya, keberadaan jaringan internet publik saat ini tidak hanya menjadi fasilitas tambahan, tetapi sudah menjadi kebutuhan bagi masyarakat. Terutama untuk mendukung kegiatan pendidikan, usaha kecil, hingga akses terhadap informasi dan layanan pemerintah.
“Program wifi gratis ini sangat membantu masyarakat, terutama pelajar dan pelaku usaha kecil. Tapi yang juga penting ialah memastikan kualitas dan pemerataannya,” ujarnya.
Politisi Partai PPP itu mendukung langkah pemerintah daerah yang tetap mempertahankan program wifi gratis di tengah penyesuaian anggaran.
Namun, dirinya mengingatkan agar keberadaan ribuan titik wifi tersebut tidak hanya tercatat secara administratif, tetapi benar-benar berfungsi dengan baik di lapangan. Perlu adanya evaluasi rutin untuk memastikan jaringan tetap stabil serta dapat digunakan oleh masyarakat tanpa kendala berarti.
Selain itu, pemerataan titik wifi juga menjadi perhatian. Menurutnya, wilayah yang memiliki keterbatasan akses internet justru harus menjadi prioritas dalam penyediaan layanan tersebut. “Jangan sampai titik wifi banyak di pusat kota saja. Wilayah pinggiran juga harus diperhatikan supaya masyarakat di sana mendapatkan akses yang sama,” tegasnya.
Sa'ga juga berharap program wifi gratis dapat mendukung percepatan transformasi digital di Kabupaten Berau, terutama dalam meningkatkan literasi digital masyarakat. “Kalau dimanfaatkan dengan baik, wifi gratis ini bisa membantu masyarakat belajar, mengembangkan usaha, dan mengakses informasi yang lebih luas,” pungkasnya. (adv)