Meski belum masuk program prioritas pemerintah daerah, keberadaan PJU dianggap dapat membuka peluang aktivitas wisata hingga malam hari.
Ketua Komisi III DPRD Berau, Liliansyah mendorong Dinas Perhubungan (Dishub) Berau untuk memprioritaskan pembangunan PJU di kawasan yang memiliki potensi wisata.
Menurutnya, penerangan jalan menjadi salah satu faktor yang menentukan kenyamanan dan keamanan wisatawan.
Ia mencontohkan kondisi di beberapa wilayah yang dinilai belum merata. Di Kecamatan Biduk-Biduk yang dikenal sebagai kawasan wisata pesisir, masih banyak akses jalan menuju destinasi yang minim penerangan. Kondisi serupa juga ditemukan di Kecamatan Talisayan.
“Saya tidak tahu bagaimana standar yang diterapkan Dishub, sampai satu kecamatan cuma satu kampung ada PJU, yang lain tidak ada,” ujarnya.
Menurutnya, pemerintah daerah sebenarnya telah mengalokasikan anggaran yang cukup besar untuk program PJU. Namun, penempatannya dinilai perlu lebih terarah agar benar-benar mendukung sektor yang memiliki dampak ekonomi luas, seperti pariwisata.
“Jadi, tolong penempatannya bisa difokuskan di tempat-tempat wisata kita,” tegasnya.
Politisi Partai NasDem itu menilai, destinasi wisata yang indah tidak akan memberikan pengalaman maksimal bagi pengunjung jika akses menuju lokasi minim penerangan.
Kondisi tersebut berpotensi mengurangi minat wisatawan untuk berkunjung, terutama pada malam hari.
Ia juga menyoroti akses menuju Kampung Teluk Sumbang di wilayah Kecamatan Biduk-Biduk yang dinilai sudah layak mendapatkan tambahan PJU.
“Kawasan ini sudah harus dipasangkan PJU hingga jalan menuju Kampung Teluk Sumbang,” katanya.
Dengan penataan penerangan yang lebih tepat sasaran, ia berharap kawasan wisata di Berau dapat berkembang lebih optimal dan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.
“Kita mendukung program PJU ini untuk pengembangan pariwisata Berau menjadi lebih baik lagi,” tandasnya. (Adv)
Editor: Erwin