DPRD Berau Dorong Penguatan Kelembagaan Petani untuk Kembangkan Produksi Kopi Lokal
1 menit baca0 kali dibaca

Penulis: Indri
KORANKALTIM.COM, TANJUNG REDEB – Potensi kopi lokal khas Kabupaten Berau dinilai memiliki peluang besar untuk berkembang sebagai komoditas perkebunan unggulan.
Namun, pengelolaannya dinilai masih membutuhkan dukungan yang lebih terarah, terutama dalam penguatan kelembagaan petani.
Anggota Komisi II DPRD Berau, Sakirman, mengatakan pengembangan kopi daerah harus menjadi perhatian bersama, mengingat komoditas tersebut dapat membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat, khususnya petani di wilayah kampung.
Menurutnya, sejumlah wilayah di Berau telah dikenal memiliki kopi dengan karakter rasa yang khas. Hal tersebut menjadi modal penting bagi daerah untuk mengembangkan produk kopi lokal agar lebih dikenal luas.
“Potensinya cukup besar, tinggal bagaimana kita mengelolanya secara serius agar bisa berkembang,” ujarnya.
Salah satu kendala yang selama ini dihadapi petani adalah belum terbentuknya kelompok tani yang kuat. Padahal, kelembagaan petani menjadi syarat penting dalam mendapatkan pembinaan maupun bantuan dari pemerintah.
Karena itu, ia mendorong para petani kopi untuk mulai membentuk kelompok tani agar lebih mudah mendapatkan pendampingan dari pemerintah daerah.
“Kelompok tani ini penting, supaya pemerintah juga lebih mudah memberikan bantuan dan pembinaan,” jelasnya.
Selain itu, pengembangan kopi Berau perlu didukung dengan penyediaan sarana produksi yang memadai, mulai dari peralatan pengolahan hingga fasilitas pengeringan dan roasting biji kopi.
Terlebih, kondisi saat ini di mana sejumlah kedai kopi di Berau masih harus mendatangkan biji kopi dari luar daerah untuk memenuhi kebutuhan usaha mereka.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi peluang bagi petani lokal untuk meningkatkan produksi kopi sehingga kebutuhan pasar di daerah dapat dipenuhi dari hasil perkebunan sendiri.
“Kalau produksi lokal bisa ditingkatkan, tentu akan membantu perekonomian petani sekaligus mengurangi ketergantungan dari luar daerah,” katanya.
Sakirman berharap pemerintah daerah dapat terus mendorong pengembangan kopi Berau melalui program pembinaan yang berkelanjutan serta kolaborasi lintas sektor.
“Jika dikelola dengan baik, kopi Berau bisa menjadi komoditas yang menjanjikan ke depan,” pungkasnya. (Adv)
Editor: Erwin










