Melihat hal itu, Anggota Komisi II DPRD Berau, Gideon Andris, menilai kebijakan tersebut perlu dikawal serius agar tidak berhenti pada konsep semata.
Menurutnya, hilirisasi memang menjadi solusi untuk meningkatkan nilai tambah komoditas unggulan Berau.
Namun, ia mengingatkan agar pemerintah daerah memastikan kesiapan sektor hulu, terutama petani sebagai produsen utama bahan baku.
“Konsepnya sudah tepat, tapi jangan sampai hilirisasi hanya jadi jargon. Petani harus benar-benar merasakan manfaatnya,” ujarnya, Selas (3/3/2026).
Penguatan sektor kakao dan kelapa harus dibarengi dengan pembinaan, akses permodalan, serta kepastian pasar. Tanpa dukungan tersebut, hilirisasi dikhawatirkan hanya menguntungkan pelaku industri skala besar.
Gideon juga menyoroti pentingnya pembangunan infrastruktur pendukung, termasuk akses jalan produksi dan fasilitas pengolahan yang memadai.
Menurutnya, rantai distribusi yang efisien akan sangat menentukan keberhasilan program tersebut.
“Kita perlu pastikan kesiapan sarana produksi dan pengolahan. Kalau infrastrukturnya belum siap, hilirisasi akan sulit berjalan optimal,” tandasnya. (Adv)
Editor: Aspian Nur