Pasar yang sempat membanggakan Bumi Batiwakkal itu dinilai mengalami penurunan kualitas, baik dari sisi fasilitas maupun tata kelola.
Kondisi tersebut memicu perhatian Ketua Komisi III DPRD Berau Liliansyah. Ia mengaku menyayangkan perubahan kondisi pasar yang dulunya sempat menjadi kebanggaan daerah setelah meraih predikat pasar tradisional terbaik tingkat nasional pada 2019.
“Sayang sekali, karena beberapa kali pasar kita itu dapat prestasi. Tetapi sekarang sudah tidak lagi,” ujarnya.
Menurutnya, capaian prestasi seharusnya menjadi pemicu bagi pengelola untuk mempertahankan bahkan meningkatkan kualitas pelayanan pasar.
Ia menilai penghargaan yang pernah diraih menunjukkan bahwa PSAD sebenarnya memiliki potensi besar sebagai pusat aktivitas ekonomi masyarakat.
“Dulu kita mempertahankan penghargaan beberapa tahun berturut-turut, seharusnya kita lebih meningkatkannya lagi,” tegasnya.
Penurunan kualitas pasar tidak hanya berdampak pada citra daerah, tetapi juga pada kenyamanan pedagang dan pengunjung yang beraktivitas setiap hari.
Karena itu, ia mendorong pengelola pasar untuk segera melakukan pembenahan fasilitas serta penataan ulang area perdagangan.
Upaya perbaikan sebenarnya mulai terlihat dalam beberapa waktu terakhir. Namun menurutnya, langkah tersebut harus dibarengi dengan konsistensi pengelolaan agar hasilnya benar-benar terasa bagi masyarakat.
Dengan pembenahan yang serius, PSAD diyakini masih memiliki peluang untuk kembali bangkit dan mengembalikan reputasinya sebagai ikon pasar tradisional di Berau.
“Tapi sekarang sudah mulai ditata lagi. Semoga ke depan predikat itu bisa kita capai kembali,” harapnya. (Adv)
Editor: Erwin