DPRD Berau Dukung Produksi Film Sejarah Sultan Alimuddin
1 menit baca0 kali dibaca

Penulis: Indri
KORANKALTIM.COM, TANJUNG REDEB – DPRD Kabupaten Berau melalui Komisi II menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung pelestarian sejarah dan budaya daerah.
Salah satu bentuk dukungan tersebut diwujudkan melalui rencana produksi film sejarah Raja Alam Sultan Alimuddin, sosok penting dalam perjalanan Kesultanan Berau.
Ketua Komisi II DPRD Berau, Rudi P Mangunsong, menilai gagasan produksi film sejarah tentang Raja Alam Sultan Alimuddin merupakan langkah strategis dalam meningkatkan literasi sejarah masyarakat sekaligus memperkuat identitas budaya daerah.
Menurutnya, perkembangan industri kreatif saat ini membuka peluang besar untuk mengenalkan sejarah lokal melalui media visual yang lebih menarik dan mudah dipahami, khususnya bagi generasi muda.
Film dinilai memiliki daya jangkau luas dan mampu menghadirkan kembali nilai-nilai perjuangan serta kearifan lokal dalam balutan cerita yang inspiratif.
“Pembuatan film ini langkah yang baik dalam meningkatkan pengetahuan sejarah masyarakat. Apalagi menyangkut pelestarian budaya dan histori daerah, tentu kita dukung,” tegasnya.
Upaya pelestarian sejarah tidak cukup hanya melalui buku atau seminar, tetapi perlu inovasi agar pesan yang disampaikan lebih membumi dan relevan dengan perkembangan zaman.
Dengan adanya film sejarah ini, diharapkan masyarakat Berau semakin mengenal tokoh-tokoh daerah yang memiliki kontribusi besar terhadap perjalanan pemerintahan dan kebudayaan di masa lampau.
Meski demikian, pihaknya mengingatkan dukungan anggaran harus mengikuti regulasi dan mekanisme yang berlaku di lingkungan pemerintah daerah.
Dirinya berharap kolaborasi antara legislatif, eksekutif, dan pelaku seni dapat mewujudkan film sejarah yang berkualitas dan membanggakan daerah.
“Yang namanya anggaran pemda penuh dengan regulasi dan aturan. Apakah nanti lewat Disbudpar atau mekanisme lainnya, itu perlu dibahas bersama. Yang jelas, Komisi II siap mengawal agar rencana ini bisa terealisasi,” pungkasnya. (Adv)
Editor: Erwin










