Antisipasi Gangguan Listrik Ramadan, Transparansi PLN Jadi Sorotan
1 menit baca0 kali dibaca

Penulis: Indri
KORANKALTIM.COM, TANJUNG REDEB - Pemadaman listrik yang kerap terjadi saat bulan suci Ramadan kembali menjadi perhatian, khususnya di Kabupaten Berau.
Bukan hanya pada potensi gangguan listrik itu sendiri, tetapi juga pada pentingnya komunikasi dan kesiapan penyedia layanan agar aktivitas ibadah masyarakat tidak terganggu.
Ketua Komisi III DPRD Berau, Lilianyah menilai pemadaman listrik sejatinya bisa dimaklumi apabila disebabkan gangguan teknis atau perbaikan jaringan.
Namun, dirinya menekankan bahwa persoalan utama yang sering memicu keluhan warga adalah minimnya informasi sebelum pemadaman dilakukan. “Kalau ada gangguan jaringan atau teknis, itu wajar. Tapi harus ada pemberitahuan 1–2 jam sebelumnya,” ujarnya.
Dirinya menilai, pemadaman yang terjadi secara mendadak kerap menimbulkan kesan kurangnya kesiapan dan kepedulian terhadap kebutuhan warga, terutama di waktu-waktu krusial seperti sahur dan berbuka puasa.
Sehingga, ia menyoroti ketidaksesuaian antara jadwal pemadaman bergilir yang diumumkan dengan kondisi di lapangan.
Situasi tersebut, membuat kepercayaan masyarakat menurun meski informasi jadwal sebenarnya sudah disampaikan.
“Masyarakat bisa menerima pemadaman, asal tidak mendadak,” tegasnya.
Untuk itu, selama bulan Ramadan, pihaknya meminta khususnya di Kabupaten Berau melakukan persiapan lebih matang, baik dari sisi teknis maupun pelayanan informasi.
Sehingga setiap gangguan dapat ditangani dengan cepat agar tidak terlalu lama mengganggu aktivitas ibadah. “Kalau pun harus padam, semoga segera diselesaikan,” tutupnya. (Adv)










